Minggu, 18 Juli 2010

And i am the one who want … to be with you !

Ga jelas ide itu datang darimana, tapi yang jelas sore itu teman saya datang ke kost dan mengajak saya untuk ngamen. Mengingat tanggal di bulan itu yang mengancik senja, sudah tentu persediaan pundi-pundi rupiah  mulai menipis. Jangankan buat beli sebungkus rokok, beli rokok ketengan aja rasanya dah ngos-ngosan. Ditambah lagi bulan itu, awal semester, maka kewajiban membayar uang “ARISAN” harus dipenuhi. Huh…kapan ya Pendidikan di Indonesia di Gratiskan ??  perasaan dana APBN untuk pendidikan naik menjadi 20%, tapi kok rasanya biaya pendidikan makin mahal dan mencekik …..kantong.
Lebih parah lagi dengan pengesahan Undang-Undang BHP. UU BHP ini menempatkan satuan pendidikan sebagai subjek hukum yang memiliki otonomi luas, akademik maupun non akademik, tanpa khawatir lagi dengan kooptasi birokrasi. Otonomi yang diberikan dikunci oleh Undang-Undang BHP harus dilandasi oleh prinsip-prinsip seperti nirlaba, akuntabilitas, transparan, jaminan mutu dan seterusnya yang memastikan tidak boleh ada komersialisasi dalam BHP. BHP memastikan bahwa komitmen pemerintah untuk membantu lembaga pendidikan tidak pernah berkurang bahkan bertambah besar.Tapi dalam prakteknya kok dirasakan banyak PTN yang makin komersil.
Sudahlah, kita tinggalkan saja urusan BHP, dan kembali ke dunia nyata. Sore itu, setelah sepakat, maka berdua dengan teman, mulailah kami menyusuri Jln. Kali Urang yang membelah kampus tercinta, UGM. Awalnya sedikit grogi, tapi lama-lama perasaan enjoy mulai ada.

Di Jln. Kali Urang ini memang banyak sekali warung tenda yang menjajakan berbagai jenis makanan dan minuman. Bagi anda yang pencinta wisata kuliner, sekali-kali anda boleh mencoba.
Diiringi tatapan curiga banci-banci kaleng dan pengamen-pengamen yang memang biasa beroperasi di JAKAL (Jln. Kali Urang), kami menyinggahi tenda demi tenda. Malam itu kami cukup percaya diri, dilihat dari tampilan, kami lumayan rapi (he he he he) dan stok lagu yang kami siapkan pun lumayan banyak. Dari lagu cinta ala RAN (pandangan pertama) atau lagu pamungkas EXTREME More Than Words kami nyanyikan.
Kadang tanpa hasil, tapi banyak juga pengunjung yang terkesima dengan penampilan kami he he he he …mungkin bukan karena terkesima tapi kasihan, maka mereka merelakan recehan Rp 500-an bahkan lembaran ribuan mereka donasikan untuk kami.
Yang agak mengagetkan kami, malam itu ada pengunjung salah satu warung tenda yang me-request lagu To BE with you-nya Mr. Big. Wah, boleh-boleh boleh. Lagu ini adalah lagu favorit saya dari sekian lagu milik Mr. Big. Akhirnya di tenda-tenda berikutnya kami membuka sesi request lagu. Dan hasilnya, banyak pengunjung yang datang bersama pasangan merequest lagu-lagu yang kami tawarkan.
Ngomong-ngomong soal Mr. Big, sejak SMP saya memang sudah ngefans berat. Terutama sama Paul Gilbert yang permainan gitarnya emang yahud. Gitaris ganteng ini punya teknik picking yang luar biasa. Ditambah permainan bass Billy Seehan yang oleh Steve Vai disebut sebagai The best Bass player in this planet. Juga vokal Eric Martin yang khas dan oke punya. Dan nggak kalah gebukan drum Pat Torpey yang mantap. Hanya saja sejak Paul Gilbert hengkang dari Mr. Big, saya kurang begitu sreg dengan lagu-lagu barunya. Nah, barulah setelah tahun 2009 Paul Gilbert gabung lagi, semangat deh saya ngikuti perkembangan mereka.
Hampir satu jam kami bergerilya. Rasa lapar mulai menyerang. Malam itu, 2 posri nasi goreng spesial kami nikmati, tentu saja porsi kuli. Plus 2 bungkus Djarum Super. Ternyata hasil dari ngamen lumayan. Tak sampai 1 jam beroperasi, 30 ribu kami dapatkan. Anda tertarik??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar