Wah, malam tahun baru 2010 nyesek banget rasanya. Artis idola yang cuma berjarak beberapa meter dari rumah aja ga sanggup ditonton konsernya. Malam tahun baruan yang harusnya jadi moment yang tak terlupakan malah jadi moment sedih....perut ga bisa diajak kompromi, serangan diare bertubi membuatku ambruk dan harus rela bolak-balik mengunjungi toilet. Hiks....sedih banget. Padahal kesempatan emas kayak gini ga selalu dateng.
Tampilkan postingan dengan label Music Corner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Music Corner. Tampilkan semua postingan
Senin, 03 Januari 2011
Daniel Sahuleka - Live in Concert in Yogyakarta
Minggu, 18 Juli 2010
The Beatles terbang sebebas burung
31 Desember 2005, saya masih ingat persis pertama kali saya mulai suka The Beatles. Waktu itu The Beatles baru saja merilis album baru mereka, Anthology I dan Anthology II. Menghabiskan malam tahun baru di rumah, mendengarkan radio menjadi sasaran dan Radio Prambors Jakarta menjadi pilihan bagus. Setelah jeda komersial break, lagupun mulai diputar. Penyiar yang suaranya “empuk” memberikan prolog bahwa lagu tersebut ditulis oleh mendiang John Lennon. “Free as a bird”, lagu yang seolah-olah menggambarkan jiwa dari sang penulis yang ingin bebas terbang seperti burung.
Michael Angelo Batio : “Yngwie Can’t Touch This!!”
Kalimat “Yngwie Can’t Touch This” kalau diartikan kira-kira akan menjadi : “Yngwie tidak dapat menyentuh ini”. Maka kalau dikaitkan dengan teknik bermain gitar, maka maknanya akan menjadi “Yngwie tidak bisa mengejar kecepatan ini” atau bisa juga bermakna bahwa Kecepatan Yngwie masih di bawah si Michael. Wow…saya juga awalnya tidak percaya. Kemudian dari seorang teman, saya mendapatkan beberapa lagu/ MP3 milik Michael.
Yngwie Malmsteen dan gunung berapi, adakah kaitannya ?
Yngwie Malmsteen…sosok gitaris Neo-Classic asal swedia yang terkenal karena teknik permainan gitarnya yang menggabungkan antara musik klasik, skill bermain gitar yang tinggi serta kharisma di atas panggung ini pastilah bukan sosok yang asing lagi buat anda. Yngwie Malmsteen yang lahir di Stockholm, Swedia, pada tanggal 30 Juni 1963 ini begitu mengidolakan Jimmy Hendrik, gitaris kidal yang didapuk sebagai dewa gitar. Tercatat beberapa lagu milik sang dewa gitar yang kemudian diaransemen dan dimainkan ulang oleh Yngwie, misalnya lagu Spanish Castle Magic, Voodo Child dan Little Wing yang dimainkan bersama Joe Satriani dan Steve Vai pada G3 Live Concert 2004 di Denver USA.
Always with you always with me : Anti Klimaks
Buat para pecandu musik terutama teman-teman yang hoby bermain gitar, nama Joe satriani mungkin bukan sosok yang asing. Nama bekennya nggak perlu diragukan lagi. Tercatat sudah 21 album yang dikeluarkan selama periode 1986-2008. Joe Satriani juga diketahui merupakan guru dari dua orang gitaris yang juga populer, Steve Vai dan Kirk Hammet. Siapa yang tidak kenal Steve Vai ? Mengenai Joe Satriani Steve Vai sendiri pernah berkomentar bahwa selama Joe Satriani tetap mengeluarkan karya maka akan selalu ada inspirasi baginya. Kirk Hammet sendiri adalah gitaris Band Cadas yang sangat terkenal, yaitu Metalica. Untuk saya pribadi, sosok gitaris satu ini adalah sosok idola, Saking mengidolakan, sampai-sampai anak saya yang kedua saya beri nama Joe Satriani. Hm….Hamlet pernah mengatakan : “Apalah arti sebuah nama ?”….mungkin tidak berarti…tapi juga nama juga bisa memberikan pengaruh buat si empunya nama. Anak saya ini baru berumur 3 tahun. SAat ini dia sangat antusias sekali kalau mendengar atau menonton acara yang berbau musik. Tercatat sudah beberapa lagu yang dia bisa hafal. Bahkan pada saat menyanyikan sebuah lagu, dia kadang sambil memegang gitar mainan….dan tahukah anda bahwa anak saya ini kidal…..sangat ekspresif.
Langganan:
Postingan (Atom)




